Senin, 14 April 2014

Kalajengking dan Ikan


Pada suatu hari ada seekor kalajengking sedang berteduh di bawah pohon kelapa. “cuaca hari ini sangat panas ya” ujar kalajengking didalam hatinya. Kehebatan kalajengking disini bisa hidup di dua alam, yaitu di darat dan di air. Saat berteduh di pohon dia melamun, teringat sebuah masalah. Dia selalu bermasalah dengan beberapa temannya yang berbeda dengan dia selaku sebagai kalajengking  terutama si Monyet. Monyet ini sering sekali mengejek kalajengking. Diejek karena dia jelek, memiliki badan yang hitam pekat dan tubuhnya mempunyai racun yg bisa mematikan. Banyak orang yg menjauh karnanya. Untungnya kalajengking memiliki sifat yang penyabar. Tiap kali diejek oleh teman temannya dia hanya bisa terdiam dan tidak dendam sekalipun kepada teman-temannya itu. Ada pun teman kalajengking yang selalu menemaninya disaat dia tengah bersedih karena diejek oleh teman-temannya itu, yaitu semut. Semut adalah sahabat terbaik kalajengking. Manakala kalajengking mendapat cobaan dari teman-temannya itu tapi semut malah menemani kalajengking dengan menghibur dengan gurauannya itu. Semut ini selalu membuat kalajengking lupa seketika apa yg telah diejek oleh teman-temannya itu.
Suatu ketika kalajengking sedang berjalan jalan menelusuri di suatu perairan laut dan dia bertemu dengan seekor ikan yg sangat cantik dan tubuhnya pun dipenuhi dengan warna-warna yang sangat indah. “Hai.. Boleh kanalan? Nama aku kalajengking” Kata kalajengking “Hai juga.. Boleh kok. Nama aku ikan” kata ikan tersebut. Anehnya ikan ini tidak merasa takut atau asing kepada kalajengking ini walau dia memiliki racun yg bisa mematikan. Malahan ikan ini terlihatan senang dengan kalajengking tersebut. Kalajengking pun hanya bisa terdiam dengan wajah yg terlihat malu jika ikan tersebut menatap dia. Setelah beberapa lama kemudian kalajengking pun naik kedaratan dan pulang kerumahnya. Di perjalanan kalajengking bertemu dengan sahabatnya. Kalajengking pun bercerita semua bahwa dia telah bertemu dengan seekor ikan yg cantik. Seekor kalajengking berusaha mencari tahu informasi-informasi  lebih jauh tentang ikan tersebut tanpa sepengatahuannya.  Seekor kalajengking pun sangat senang walaupun hanya baru berkenalan dengan ikan tersebut.
Kalajengking pun main ke sebuah perairan laut lagi, dan secara tidak sengaja bertemu dengan ikan itu lagi. Lalu kalajengking mengajak bicara dengan ikan tersebut. “Eh ikan, bagaimana kabarnya?” tanya kalajengking. “Oh kalajengking hehe, baik kok baik. Kalau kamu?” Jawab ikan dengan senang. “Aku juga baik kok. Kalau kamu rumahnya dimana?” “Ohh. Rumah aku tidak jauh dari sini kok. Dekat taman terumbu karang situ. Disana banyak para ikan, kita hidup berkelompok disuatu terumbu karang. Kalau kamu rumahnya dimana?” “Ohh iya iya aku tahu tempat itu, aku rumahnya di daratan dekat batu yang besar. Aku juga berkelompok kok, di bawah batu besar sana banyak kalajengking lainnya” jelas kalajengking.. Setelah beberapa lama ngobrol-ngobrol lalu kalajengkingpun kembali ke suatu daratan. Dan pulang.
Suatu ketika kalajengking sedang main ke perairan, dia melihat seekor ikan. Tidak biasanya seekor ikan sedih seperti itu.lalu kalajengkingpun menghampirinya. “Ikan, kenapa kamu sedih begitu?” tanya seekor kalajengking dengan wajah terheran-heran. “Hmm.. Aku tidak apa-apa kok kalajengking. Emang aku terlihat sedih?” Jawab ikan dengan wajah tersenyum sambil mengusapkan air mata. “jangan bohong, aku tahu kok. Pasti kamu menyimpan suatu masalah sehingga kau menangis begitu. Memangnya ada apa gitu?” tanya kalajengking dengan penuh rasa penasaran. Ikan pun langsung bercerita kepada kalajengking “Aku punya masalah dengan hiu. Dia akan mengganggu keluargaku dengan cara memakannya satu-satu jika aku tidak memberikan tempat tinggalku untuk dia”, “Wah gabisa dibiarkan, kita harus melawannya” Kata kalajengking dengan wajah penuh percaya diri. “Percuma saja, kita tidak mungkin melawan hiu itu. Jumlah mereka terlalu banyak, lagipula kita termasuk hewan kecil dibanding hiu-hiu itu” Jawab ikan dengan pasrah. “Tapi kalau kita diam saja, kita bisa mati. Tidak ada salahnya kita berusaha melawan hiu-hiu itu. Siapa tau kita bisa menghadapinya” Jawab kalajengking. “Tapi bagaimana caranya kalajengking?” “Hmm... O iya aku punya ide. Pokoknya kamu panggil semua teman-teman kamu. Suruh mereka kumpul disini, oke? Saya juga akan memanggil kawan-kawan saya untuk berkumpul disini.  Kalau strategi saya ada ide yang mungkin bisa mengatasi dengan bantuan kamu juga” “Oke deh kalajengking” Jawab ikan.
Selagi ikan itu memanggil semua kawannya untuk berkumpul, kalajengking pun sedang mempersiapkan berbagai cara. Tak lupa kalajengking pun memanggil semua kawan-kawannya agar membantu ikan-ikan membantu para hiu tersebut. Setelah para ikan dan kalajengking berkumpul, kalajengking ini memberikan strategi-strateginya. “Baik, jika sudah terkumpul semua. Jadi begini maksud saya mengumpulkan kalian semua kesini bermaksud tentang para hiu itu. Bagaimana kalau kita melawan saja mereka, mulai hari ini kita akan berlatih keras agar kita bisa melawan. Tidak hanya itu kekompakakkan pun harus dijaga. Disaat teman kita diserang oleh salahsatu hiu, kita harus membantunya. Ingat jangan sampe lengah. Hiu itu memang memiliki tibuh yang besar, gigi yang kuat. Tapi itu semua tidak menjamin hiu pasti menang dalam pertarungan, kita bisa menjadi lebih kuat jika kita mau berusaha dan saling tolong menolong antar tim. Kemenangan ada ditangan kita. Jadi kita harus optimis bahwa kita bisa melakukan yg terbaik untuk daerah ini, setuju?” Jelas kalajengking dengan rasa penuh percaya diri. “Setujuu....!!” Ujar semua. “Baiklah kalau begitu. Nah sekarang salah beberapa dari teman saya akan melatih kalian”
Beberapa hari kemudian, rencana kalajengking pun membawa hasil yg sangat bagus. Semua ikan telah belajar banyak bagaimana pertahan jikalau ada hiu yg menyerang dan bagaimana melakukan penyerangan yg baik. Menjelang datangnya hiu. Para ikan dan kalajengking telah mempersiapkan berbagai jebakan untuk hiu-hiu tersebut. Tak lama kemudian para hiu datang dengan wajar sangat kejam. Dia mencari salah satu ikan yg bermasalah itu. Lalu terjadi lah suatu peperangan antara para hiu dengan para kalajengking dan ikan. Sesuai apa yang mereka berlatih dalam beberapa hari ternyata kekuatan hiu tersebut benar-benar tidak dapat diremehkan. “Ubah strategi kedua...!!!!” Jawab salah satu kalajengking dengan suara lantang. Kemudian para ikan kumpul berjajaran dan langsung membuat benteng pertahanan. Satu persatu hiu tersebut ada yang mati karena ada yg terkena sengatan dari kalajengking adapun karena terkena racun dari salah satu ikan tersebut. Dan tinggal beberapa ikan hiu saja yang tersisa. Dengan liciknya salahsatu dari ikan hiu mengancam kalajengking yang mengatur strategi itu agar menyerah kalau tidak akan dimakan. Tetapi kalajengking tersebut tetap tidak mau dan membantah apa yg hiu bilang. Kalajengking pun melawan. Salahsatu capit kalajengking itu putus karena terkena gigitan hiu. Setelah beberapa saat kalajengking pun bisa mengatasinya walau dengan satu capit dan ekornya itu. Akhirnya para hiu pun menyerah dan pulang kedaerahnya. Walau banyak korban dalam perang ini tapi masih ada sebagian ikan dan kalajengking yang masih tetap bertahan. Dengan berbaring lemahnya, kalajengking itu pun merasa kesakitan. Tapi dia sangat senang bisa menolong ikan itu dengan tulus tanpa pamrih. Ikan pun merasa senang karena telah ditolong oleh kalajengking itu. Tanpanya mungkin daerahnya telah diambil oleh para hiu itu. Ikan tersebut mengucapkan banyak terima kasih kepada ikan tersebut. “Terimakasih banyak yaa kalajengking berkat kamu aku masih bisa berahan hidup didaerah ini bersama keluargaku. Maaf juga telah membuat kehilangan salah satu capit kamu” kata ikan. “Owhehehe tenang saja kali ikan, iya sama sama yaa. Ah sudahlah tidak apa apa, yang penting kamu bahagia dengan keluargamu. Sekarang tidak ada lagi yang ingin merebut daerah kamu” jawab kalajengking.

Beberapa hari kemudian kalajengking tersebut mengajak ikan untuk jalan-jalan ke suatu taman terumbu karang di perairan dangkal. Tampaknya kalajengking ingin membicarakan sesuatu kepada ikan tersebut. “kalajengking, kamu mau apa mengajak aku kesini? Tidak biasanya hehehe.. ” tanya ikan. “Emm... Engga kok ga ada apa apa. Hehe” Bilang kalajengking dengan wajar ragu-ragu dan malu. “Ga ada apa-apa? Oh.. Yaudah aku pulang yaa wkwk.. ”  “Dih ya jangan atuh. Yaudah iya deh aku bilang yaa. Hmm.. Sebenernya aku udah lama mengagumimu. Semenjak awal aku udah punya rasa sama kamu. Kamu itu menurut aku beda dengan yang lain, kamu terlihat sangat baik walaupun aku menyeramkan ataupun berbahaya tapi tetap saja menerima aku apa adanya sebagai temanmu. Lalu kamu juga tidak merasa takut akan ekorku yang sangat beracun. Aku mau kalau kita lebih dari sekedar teman. Kamu mau ga jadi pengisi hati aku?” tanya kalajengking dengan rasa malu dan kurang percaya diri. “Hmm.. Aku juga sebenernya udah merasakan hal yg sama seperti kamu. Emm.. Gimana yaa? Iya deh aku mau kok” Jawab ikan. “Serius? Terima kasih banyak yaa..” “Iya sama sama yaa” Akhirnya kalajengking pun mendapatkan apa yg dia benar-benar inginkan. Dia merasa senang sekali.

Belajarlah apa yang didapat dalam cerita ini. Mohon maaf jika cerita tersebut kurang menarik atau ada kesamaan dalam cerita lain. 

3 komentar:

  1. Asalamu'alaikum, Reno. Cerpen yang kamu buat itu sangat unik dan menarik. Bahasa yang digunakan pun tidak baku dan cukup santai sehingga mudah dimengerti dan dipahami oleh pembacanya. Dan cerpen kamu ini mengikuti prosedur, yaitu ada urutan orientasi atau perkenalan tokoh, peristiwa atau konflik yang terjadi, dan pemberian solusi untuk memecahkan konflik yang terjadi. Terus berkarya, Reno! :)

    BalasHapus
  2. Wa'alaikumsalam, Delia. Alhamdulillah terimakasih yaa atas pujiannya tetapi saya juga masih belajar dalam menyusun cerpen tersebut. Sehingga mohon dimaafkan bila ada keselahan-keselahan dalam cerpen tersebut. Amin amin, terimakasih yaa atas segalanya. Terus berkarya juga ya, Delia :)

    BalasHapus
  3. The fish (pisces) and the scorpion (scorpio)

    BalasHapus